Dalam menghitung analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) sendiri dipengaruhi oleh angka koefisien yang menunjukkan nilai satuan upah tenaga kerja, nilai satuan bahan/product, dan nilai satuan alat yang dapat digunakan sebagai acuan/panduan untuk merencanakan atau mengendalikan biaya suatu pekerjaan.
Jenis pekerjaan yang membutuhkan kompetensi atau keterampilan tinggi dan jumlah tenaga kerjanya langka, maka besaran upah cenderung tinggi sedangkan untuk jenis pekerjaan yang mempunyai penawaran melimpah akan cenderung turun.
Metode pelaksanaan pekerjaan yang berbeda-beda dapat menyebabkan penggunaan peralatan yang berbeda-beda pula sehingga berimbas pada perbedaan koefisien produksi alat.
Jika sudah mendapatkan provider yang tepat dengan harga content yang bagus, maka selisih harga sedikit saja dikalikan dengan jumlah quantity pekerjaan yang besar bisa membuat pihak kontraktor untung berkali-kali lipat jumlahnya.
Dengan membandingkan harga satuan yang diajukan dengan biaya aktual dan kualitas pekerjaan yang diberikan, dapat dievaluasi apakah kontraktor tersebut memberikan nilai yang baik untuk proyek.
Analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) adalah suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi yang dijabarkan dalam perkalian kebutuhan bahan bangunan, upah kerja, dan peralatan dengan harga bangunan, standar pengupahan pekerja dan harga sewa/beli peralatan untuk menyelesaikan per satuan pekerjaan konstruksi.
Disebut pedoman karena analisa SNI menjadi petunjuk dalam perhitungan, akan tetapi pedoman tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi dimana pekerjaan konstruksi direncanakan atau akan dibangun.
Dengan pemberian besaran upah yang sesuai dengan jasa yang mereka berikan akan menimbulkan rasa puas, sehingga para pekerja akan berusaha untuk bekerja lebih baik lagi.
Spesifikasi umum pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan tahun 2018 (edisi sebelumnya) yang berlaku di Direktorat Jenderal Bina Marga terdiri atas 10 divisi. Dokumen ini merupakan bagian dari dokumen kontrak pekerjaan, digunakan sebagai ketentuan teknis untuk mencapai suatu produk pekerjaan mulai dari proses persiapan, metode pelaksanaan, bahan, peralatan, pengendalian mutu, dan tata cara pembayaran.
Namun bila alat yang digunakan adalah milik sendiri, maka harus dipakai “konsep biaya alat” yang terdiri dari :
Oleh karena itu bila dalam pelaksanaan suatu product pekerjaan tertentu memerlukan alat-alat konstruksi, terutama jenis alat-alat berat, maka sub harga satuan alat harus dihitung tersendiri seperti halnya sub harga bahan.
Penentuan Harga Penawaran: Bagi pihak-pihak yang mengajukan penawaran untuk suatu proyek konstruksi, analisis harga satuan membantu dalam menentukan harga yang kompetitif dan menguntungkan.
Upah menurut kerja sama pekerja dan pengusaha. Sistem ini meliputi pembagian keuntungan yang pembayarannya dilakukan kemudian sebagai tambahan atau kombinasikan dengan sistem pembayaran upah yang telah disebutkan di atas.
Spesifikasi teknis kegiatan SDA terbaru telah disusun dalam fourteen (empat belas) quantity yaitu berdasarkan jenis-jenis bangunan air serta kerangka acuan upah buat sale page untuk kegiatan studi. AHSP SDA ini merupakan acuan untuk menghitung harga satuan pekerjaan (HSP) yang menganalisis biaya upah tenaga kerja dan/atau harga bahan-bahan bangunan ataupun peralatan sebagai koefisien kebutuhan penggunaan tenaga kerja, bahan dan peralatan untuk satu satuan kuantitas pekerjaan.